Kenapa Rumah Baru Bisa Kena Rayap? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Punya rumah baru biasanya bikin kita merasa lebih tenang. Semua masih terlihat bagus, kusen masih mulus, pintu belum seret, dan kayu-kayunya juga belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Jadi, kalau tiba-tiba menemukan rayap, rasanya cukup mengherankan.

“Rumah masih baru, kok sudah ada rayap?”

Pertanyaan seperti ini cukup masuk akal. Selama ini rayap memang sering dikaitkan dengan rumah lama atau bangunan yang kayunya sudah lapuk. Padahal, rayap tidak menunggu sebuah rumah berusia belasan atau puluhan tahun untuk datang.

Yang mereka cari sebenarnya bukan rumah tua, melainkan kondisi yang memungkinkan mereka hidup dan mendapatkan makanan.

Contents

Waspada, Rumah Baru Bukan Berarti Bebas Rayap

Rayap menyukai bahan yang mengandung selulosa. Kayu tentu menjadi salah satu sumber makanannya, tetapi bukan satu-satunya. Kardus, kertas, dan sisa material berbahan tumbuhan juga bisa menarik perhatian rayap.

Pada rumah yang baru selesai dibangun, kadang masih ada potongan kayu, kardus, atau sisa material lain yang tertinggal. Ada yang dibuang begitu saja di halaman, ada pula yang tanpa sengaja tertimbun tanah atau berada di tempat yang sulit terlihat.

Bagi pemilik rumah, benda-benda tersebut mungkin dianggap sampah biasa. Namun bagi rayap, sisa material itu bisa menjadi sumber makanan.

Itulah sebabnya kebersihan area setelah pembangunan selesai sebenarnya cukup penting. Jangan sampai rumahnya sudah rapi, tetapi di bawah atau di sekitar bangunan masih ada material yang bisa dimanfaatkan rayap.

Dari Mana Rayap Bisa Masuk?

Salah satu hal yang membuat rayap cukup merepotkan adalah cara mereka masuk ke rumah. Kita mungkin tidak pernah melihat rayap berjalan melewati pintu depan atau masuk melalui jendela.

Pada rayap tanah, misalnya, pergerakannya bisa dimulai dari tanah di sekitar bangunan. Dari sana, rayap dapat mencari celah menuju bagian rumah yang menyediakan makanan.

Celah kecil di sekitar bangunan mungkin tidak pernah kita pikirkan. Bagian bawah lantai, area fondasi, atau titik tertentu yang berhubungan dengan tanah bisa menjadi jalur yang tidak mudah terlihat.

Karena itu, rumah yang tampak baik-baik saja dari luar belum tentu benar-benar aman dari aktivitas rayap di bagian yang tersembunyi.

Kelembapan Rumah Jangan Dianggap Sepele

Ada satu hal lain yang sering luput dari perhatian, yaitu kondisi lembap.

Coba perhatikan area di sekitar kamar mandi, dapur, tempat mencuci, atau bagian rumah yang pernah mengalami kebocoran. Kalau ada pipa yang rembes, atap bocor, talang bermasalah, atau air sering menggenang di dekat rumah, sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama.

Lingkungan yang lembap dapat membuat kondisi rumah menjadi lebih disukai rayap. Kayu yang terus-menerus berada dalam kondisi basah juga lebih mudah mengalami kerusakan.

Kadang kita sibuk mencari cara membasmi rayap, tetapi lupa mencari tahu kenapa kondisi rumah bisa menarik rayap sejak awal.

Kesalahan Saat Membangun Rumah Juga Bisa Berpengaruh

Hal-hal yang terlihat kecil saat membangun rumah ternyata bisa menjadi masalah di kemudian hari.

Misalnya, masih ada potongan kayu yang tertinggal di sekitar fondasi. Atau material kayu tertentu bersentuhan langsung dengan tanah. Setelah rumah selesai, bagian tersebut mungkin sudah tertutup dan tidak pernah diperiksa lagi.

Padahal, bagian yang tidak terlihat justru bisa menjadi tempat yang sulit diketahui kondisinya.

Drainase juga perlu diperhatikan. Air hujan sebaiknya tidak terus-menerus menggenang di sekitar fondasi. Saluran yang tersumbat atau arah pembuangan air yang kurang baik bisa membuat tanah di sekitar rumah terlalu lembap.

Jadi, ketika membicarakan rayap, jangan hanya melihat kondisi furnitur atau kusen. Lingkungan rumah secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.

Cara Mencegah Rayap Menyerang Rumah Baru

Tidak perlu menunggu sampai kayu berlubang atau pintu tiba-tiba sulit dibuka untuk mulai memeriksa kondisi rumah.

Sesekali, luangkan waktu melihat bagian-bagian yang jarang diperhatikan. Cek kusen, lemari, plafon, gudang, area bawah wastafel, serta bagian rumah yang berdekatan dengan tanah atau sumber air.

Kalau menemukan serbuk kayu yang tidak biasa, kayu terasa kopong ketika diketuk, muncul jalur lumpur, atau menemukan banyak sayap serangga di sekitar rumah, jangan buru-buru menganggapnya sebagai hal sepele.

Belum tentu semuanya berarti rumah sedang diserang rayap, tetapi tanda-tanda tersebut cukup menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Yang juga tidak kalah penting adalah menjaga rumah tetap kering dan tidak membiarkan kardus, kayu bekas, atau sisa material menumpuk terlalu lama di sekitar bangunan.

Jangan Menunggu Rumah Rusak Baru Panik

Rayap memang kecil, tetapi kerusakan yang ditimbulkannya bisa jauh lebih besar daripada ukurannya. Apalagi jika aktivitasnya berlangsung di bagian rumah yang tidak terlihat.

Jadi, kalau rumah masih baru tetapi sudah menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, tidak perlu langsung berpikir bahwa ada yang salah dengan usia bangunan. Bisa jadi persoalannya justru ada pada kelembapan, kondisi tanah, sisa material, atau akses tertentu yang memungkinkan rayap masuk.

Bagi Anda yang tinggal di Semarang Jawa Tengah dan memiliki masalah terkait rumah yang diserang rayap, jasa anti rayap Semarang bisa menjadi salah satu referensi untuk dipelajari lebih lanjut tentang cara mengatasi masalah rayap.

Pada akhirnya, menjaga rumah tetap aman dari rayap bukan cuma soal membasmi ketika sudah muncul. Memahami kondisi rumah dan memperhatikan bagian-bagian yang sering luput dari pandangan justru bisa membantu mencegah masalah sebelum kerusakan menjadi semakin besar.

Womanesia

Womanesia.ID memberikan informasi inspirasi wanita masa kini tentang gaya hidup, kecantikan, fashion, psikologi, relationship, bisnis, karir dan apa saja soal wanita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *